Selasa, 27 Agustus 2013

PEDANG TAPE







PEDANG TAPE

Jangan pernah berpikir dan berasumsi bahwa kuliner yang kutampilkan berikut ini punya kemiripan fisik dengan senjata yach………..
Bentuknya tidak panjang layaknya samurai, dan tak berkilau layaknya pedang.
Tapi soal rasa….dijamin setajam pedang yang akan menggores  dan mengoyak-ngoyak lidah anda
 ( serem ………………!!!!!!!!)

Yap….PEpes uDANG TAhu temPE kuliner jenis lauk pauk yang seringkali menjadi menu di meja makan kita. Cara bikinnya juga super gampang dan dengan biaya yang minimalis, tapi sarat akan nilai gizi.
Ada banyak protein hewani maupun nabati, ada juga bumbu-bumbu dan sayuran yang banyak bermanfaat bagi tubuh kita
Dilihat dari segi proses pemasakannya, sudah pasti PEDANG TAPE diproses melalui tekhnik yang paling aman, yaitu dikukus, sehingga zat gizi yang terkandung dalam masing-masing bahan makanan dipastikan aman dan tidak menghilang.

Jika anda tak sabar lagi untuk membuktikannya, segera kita intip resepnya…..


Bahan :
            100 gr              udang, bersihkan
            75 gr                tempe, potong dadi 1 x 1 cm
            2 buah              tahu putih, potong dadu 1 x 1 cm
            50 gr                kelapa parut
            3 buah              tomat, potong kotak kecil
            3 lembar          daun jeruk iris tipis-tipis
            20 lembar        daun kemangi
                                    daun pisang  untuk membungkus

Bumbu halus :
            7 buah              cabe rawit
            6 siung             bawang merah
            2 siung             bawang putih
            2 butir              kemiri
            ½ sdt                ketumbar
            1 cm                 laos
            2 cm                 kunyit
1/2 sdt              gula
 garam secukupnya

Cara membuatnya :
  1. Haluskan bumbu, tambahkan tomat, ulek kasar
  2. Campurkan tahu, tempe, udang, kelapa parut, aduk rata
  3. Taruh bahan pepes di atas daun pisang, tambahkan irisan daun jeruk dan kemangi.
  4. Bungkus bentuk tum, semat dengan lidi 
  5.  Kukus  selama 20 menit, angkat 
  6.  Sajikan
                                   

Eit, TIPSnya  ketinggalan kayaknya………….

TIPS:
  •  Jika menginginkan rasa yang tidak terlalu pedas, kurangi saja jumlah cabe rawitnya
  •  Sebelum dibungkus, adonan pepes bisa ditambahkan telur untuk mendapatkan tekstur PEDANG TAPE yang lebih padat
  • Taruh plastik di atas daun pisang sebelum meletakkan adonan, untuk mencegah bumbu pepes keluar (= ndrodos )
  • Jika ingin ingin segera merasakan nikmatnya PEDANG TAPE, jangan hanya berpikir , BERTINDAKLAH!

PEDANG TAPE







PEDANG TAPE

Jangan pernah berpikir dan berasumsi bahwa kuliner yang kutampilkan berikut ini punya kemiripan fisik dengan senjata yach………..
Bentuknya tidak panjang layaknya samurai, dan tak berkilau layaknya pedang.
Tapi soal rasa….dijamin setajam pedang yang akan menggores  dan mengoyak-ngoyak lidah anda
 ( serem ………………!!!!!!!!)

Yap….PEpes uDANG TAhu temPE kuliner jenis lauk pauk yang seringkali menjadi menu di meja makan kita. Cara bikinnya juga super gampang dan dengan biaya yang minimalis, tapi sarat akan nilai gizi.
Ada banyak protein hewani maupun nabati, ada juga bumbu-bumbu dan sayuran yang banyak bermanfaat bagi tubuh kita
Dilihat dari segi proses pemasakannya, sudah pasti PEDANG TAPE diproses melalui tekhnik yang paling aman, yaitu dikukus, sehingga zat gizi yang terkandung dalam masing-masing bahan makanan dipastikan aman dan tidak menghilang.

Jika anda tak sabar lagi untuk membuktikannya, segera kita intip resepnya…..
 


Bahan :
            100 gr              udang, bersihkan
            75 gr                tempe, potong dadi 1 x 1 cm
            2 buah             tahu putih, potong dadu 1 x 1 cm
            50 gr                kelapa parut
            3 buah             tomat, potong kotak kecil
            3 lembar         Daun jeruk iris tipis-tipis
            20 lembar       Daun kemangi
                                    Daun pisang  untuk membungkus

Bumbu halus :
            7 buah             cabe rawit
            6 siung             bawang merah
            2 siung             bawang putih
            2 butir              kemiri
            ½ sdt                ketumbar
            1 cm                laos
            2 cm                kunyit
1/2 sdt             Gula
Garam secukupnya

Cara membuatnya :
1.      Haluskan bumbu, tambahkan tomat, ulek kasar
2.      Campurkan tahu, tempe, udang, kelapa parut, aduk rata
3.      Taruh bahan pepes di atas daun pisang, tambahkan irisan daun jeruk dan kemangi.
Bungkus bentuk tum, semat dengan lidi
4.      Kukus  selama 20 menit, angkat
5.      Sajikan
                                   

Eit, TIPSnya  ketinggalan kayaknya………….

TIPS:

  •  Jika menginginkan rasa yang tidak terlalu pedas, kurangi saja jumlah cabe rawitnya

  •  Sebelum dibungkus, adonan pepes bisa ditambahkan telur untuk mendapatkan tekstur PEDANG TAPE yang lebih padat

  • Taruh plastik di atas daun pisang sebelum meletakkan adonan, untuk mencegah bumbu pepes keluar (= ndrodos )

  •  Jika ingin ingin segera merasakan nikmatnya PEDANG TAPE, jangan hanya berpikir , BERTINDAKLAH!


Sabtu, 31 Desember 2011

Bu Kajo Murah






Bubur memang salah satu kuliner yang sudah sangat akrab bagi kita. Semenjak bayi kita sudah mengkonsumsi bubur, meskipun bentuknya instant. Dan menginjak usia anak-anak, remaja bahkan dewasa kita juga selalu akrab dengan bubur. Bahkan di daerah saya, setiap hari kelahiran ( =weton ) biasanya kami membuatkan bubur untuk anak-anak (=istilahnya banca'an).Kata para orang tua sih dibikinkan bubur supaya subur dan makmur gitu..........
Awalnya bubur  untuk banca'an adalah bubur beras putih atau bisa ditambahkan dengan gula merah. Tapi seiring perkembangan cita rasa kuliner di daerahku.....kini untuk bancaan kami bisa membuat berbagai macam bubur.....mulai bubur kacang hijau, bubur mutiara, bubur ketan hitam, bubur tepung beras merah dan aneka bubur  yang lain.Nah.........kali ini aku mau bagi resep untuk bikin Bu Kajo Murah, gampang banget bikinnya dan wajib dicoba.


Bu Kajo Murah
( Bubur Kacang Ijo Mutiara Merah )

Bahan :
            100 gr              bubur kacang ijo
            100 gr              bubur mutiara
            100 gr              bubur merah
            100 gr              bubur ketan hitam
            50 gr                nangka, potong dadu
                                    Es batu, secukupnya
Pelengkap :     
            500 ml             santan kental
            150 ml             sirup gula merah


Cara membuat :
1.    Atur dalam mangkuk saji, bubur kacang ijo, bubur mutiara,   
      bubur merah dan bubur ketan hitam
2.      Tuangkan sirup gula merah
3.      Campurkan santan
4.      Taburi dengan potongan nangka
5.      Tambahkan es batu sesuai selera
6.      Bu Kajo Murah siap dihidangkan


*Untuk 3 porsi


ingin tahu cara bikin bubur kacang ijo (hijau)? atau bubur mutiara ? atau bahkan cara buat bubur merah? tunggu dipostingan selanjutnya ya................

Sabtu, 10 Desember 2011

Stick Gurih






Stick gurih memang enak sekali dinikmati setiap saat, rasanya yang gurih dan renyah sangat pas untuk dinikmati saat suasana lagi dingin karena turun hujan,atau  sebagai teman  ngemil sambil nonton TV atau  bahkan sebagai teman setia saat bertamasya. Dan…..bisa juga sebagai bekal jajanan anak kita kalo ke sekolah  loh…………

Dan akan lebih istimewa lagi kalau stick gurih tersebut kita buat sendiri dengan sentuhan kasih sayang, tentu akan lebih membahagiakan menikmatinya bersama keluarga.Bahan untuk membuat jajanan ini sangat mudah kita dapatkan, dan  cara pembuatannya pun super  mudah.
Ayo buruan dicoba……….


Bahan    :

            300 gr  tepung terigu protein rendah
            1 btr     telor
            2 sdm   margarin
            8 gr      kaldu bubuk
                        Air
                        Minyak untuk menggoreng

Cara membuat:
1.      Campur tepung dan kaldu bubuk, aduk rata
2.      Tambahkan telor dan margarin, aduk rata
3.      Masukkan air dan uleni sampai kalis
4.      Giling dengan gilingan mi  dan potong-potong.
5.      Goreng hingga matang, tiriskan, dinginkan lalu simpan dalam wadah kedap udara
6.      Stick gurih siap dinikmati

Semoga berhasil………………..

Jumat, 18 November 2011

Anak kreatif......??? Alhamdulillah yaaa......sesuatu!








Hampir semua ibu-ibu selalu menginginkan dan bangga memiliki putra putri yang kreatif. Putra putri yang bisa mengubah hal yang tidak bermanfaat menjadi sesuatu atau yang bisa menemukan solusi lain saat langkah yang biasa tidak bisa diterapkan lagi.

Tapi sadarkah kita (= sebagai seorang ibu ), sikap dan tindakan kita terhadap putra putri kita seringkali menghambat proses alamiahnya untuk sampai pada level kreatif.
Bolehlah kita kilas balik kejadian yang mungkin saja kita alami beberapa hari yang lalu……ingatkah ibu ..ketika ibu sibuk di dapur, lalu si kecil yang menapaki usia 6 tahun datang menghampiri dengan sapaan lugunya, “ Bu……bikin apa? Aku bantu ya……” Ibu dengan cepat mengatakan,” Kamu masih kecil, main saja yach……..nanti kalo makanannya sudah siap, ibu kasih tahu …….”
Atau saat si bocah memberondong kita dengan segudang pertanyaan yang memenuhi otaknya. Dengan enteng ibu berkata, “Sudah…..jangan banyak tanya……………”

Atau kalo di kampungku, ada sebagian masyarakat yang mendefinisikan anak pintar adalah bocah yang pendiam, tidak banyak tanya dan penurut. Disuruh duduk ya duduk……diperintah diam yo diam……….dikasih jajanan ya dimakan………..diminta tidur yo harus merem…….
Dan lebih parahnya lagi mereka memandang bocah-bocah kreatif yang mengotori halaman
karena berusaha membikin mainan dari bahan yang ada di sekitar mereka, sebagai anak-anak yang nakal.
Bukan itu saja ……..mereka juga senang sekali memarahi putra-putrinya yang dengan tidak sengaja mengotori bajunya dengan  noda krayon atau pensil saat mereka berusaha menuangkan imajinasi mereka ke dalam sebuah gambar.

,Hmmmmmmmmmm……….kasihan banget si bocah ini, memiliki seorang ibu diktator, yang tidak bisa memandang sesuatu melalui kaca mata sang anak.

Ibu……………adakalanya seorang anak berperilaku tidak seperti apa yang kita inginkan, tapi sebagai seorang ibu yang baik, kita harus selalu berpositif thinking terhadap permata hati kita.
Kita telaah dengan bijak  apa manfaat dan hal positif yang bisa kita ambil untuk perkembangannya, kalaupun misalnya lebih banyak dampak negatifnya…….maka kita berikan pengertian kepadanya dengan penuh kasih tentunya.

Kreatifitas anak kita akan tumbuh dengan sangat baik apabila kita memupuknya sedari dini.
Jangan berharap anak kita menjadi kreatif, jika ibu enggan direpotkan dengan kekreatifan mereka.
Jangan sepelekan si kecil yang ingin membantu kita di dapur……..siapa tahu dia adalah calon CHEF HANDAL di masa depan,
Jangan pula meremehkan si bocah yang mengotori halaman……...karena bisa jadi dialah seorang INOVATOR yang akan bisa merubah dunia.
Dan jangan pernah memandang sebelah mata seorang anak yang mengotori bajunya dengan noda krayon………………..sebab dari tangannya akan lahir lukisan-lukisan yang lebih baik dari karya PICASSO.
Ibu….tugas kita sebagai orang tua adalah mengantarkan mereka menuju gerbang kesuksesan dan meraihnya. Jika jalan untuk keberhasilan itu masih belum terhubung, maka tugas kitalah untuk membuat jembatan bagi mereka.